Produsen mobil mewah Bentley Motors telah kehilangan daya tariknya terhadap keputusan yang dinyatakan melanggar merek dagang sebuah perusahaan keluarga kecil bernama Bentley Clothing.

Mengikuti keputusan tersebut, Bentley Motors harus berhenti menggunakan merek dagang BENTLEY dan tanda kombinasinya – logo B-in-Wings dan kata BENTLEY (ditampilkan di bawah) – pada pakaian.

Latar Belakang
Bentley Clothing didirikan pada tahun 1962, dan mengajukan tiga merek dagang Inggris untuk BENTLEY pada tahun 1982, 1998 dan 2008 sehubungan dengan pakaian, tutup kepala, dan aksesorinya (di kelas 25).

Hingga tahun 2000, branding Bentley Motors pada pakaiannya terbatas pada logo B-in-Wings terkenal yang terdapat pada kap mobil Bentley (ditampilkan di bawah). Namun, kemudian mulai mendistribusikan katalog pakaian menggunakan merek dagang “BENTLEY” di samping logo sayapnya.

Para pihak berusaha untuk menegosiasikan merek dagang mereka yang tumpang tindih, tetapi diskusi gagal. Bentley Motors kemudian mulai mencoba untuk membatalkan hak merek dagang Bentley Clothing di Kantor Kekayaan Intelektual Inggris dan Bentley Clothing mengeluarkan proses pelanggaran merek dagang.

Pada November 2019, Pengadilan Tinggi memutuskan bahwa Bentley Motors telah melanggar merek dagang Bentley Clothing. Keputusan ini menyatakan bahwa Bentley Motors tidak dapat lagi menggunakan namanya, dengan sendirinya atau dikombinasikan dengan logo B-in-wings yang khas, pada rangkaian pakaiannya di Inggris. Meskipun ada pengecualian terkait jaket, dasi sutra, topi, dan syal; Bentley Motors tidak dapat menjual pakaian atau tutup kepala lainnya.

Bentley Motors mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Keputusan Banding
Pengadilan Banding menguatkan keputusan Pengadilan Tinggi dengan suara bulat, menyatakan bahwa “tidak ada dasar” untuk membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah.

Bentley Motors dan Bentley Clothing telah menjual pakaian secara bersamaan selama bertahun-tahun. Namun, upaya Bentley Motors untuk mencabut merek dagang Bentley Clothing dan mengembangkan lini pakaian dalam persaingan langsung dengan Bentley Clothing menggunakan nama merek yang identik akan menyebabkan kebingungan di antara merek tersebut.

Pengamatan
Keputusan tersebut menandai akhir dari sengketa merek dagang yang telah berlangsung lama antara kedua pihak. Latar belakang dari pesta-pesta tersebut sangatlah penting: Bentley Motors adalah perusahaan multinasional yang besar; Bentley Clothing adalah bisnis milik keluarga yang berbasis di Manchester. Namun, Bentley Clothing akhirnya menang dalam perselisihan tersebut atas dasar bahwa mereka telah mendaftarkan merek dagangnya. Ini menyoroti betapa pentingnya bagi perusahaan, apa pun ukuran atau tahap pendiriannya, untuk melindungi merek mereka dan mendaftarkan merek dagang sejak dini. Penting untuk dicatat bahwa pendaftaran awal saja tidak cukup – untuk mempertahankan merek dagang, bisnis harus menggunakannya. Selain itu, merek yang sudah mapan harus berhati-hati dalam memperluas hak mereka ke dalam kategori produk baru tanpa pencarian izin yang sesuai.

Hal lain yang menarik untuk dicatat adalah bahwa Pengadilan menahan lini pakaian Bentley Motors telah melanggar niat baik yang terkait dengan Bentley Clothing. Namun, konsumen rata-rata mungkin lebih cenderung mengenali bisnis Bentley Motors daripada Bentley Clothing, dan mengaitkan nama “Bentley” dengan mobil mewah dibandingkan dengan merek lokal yang berbasis di Manchester.

Pertempuran Bentley: Bentley Motors Kehilangan Daya Tarik Merek Dagang Terhadap Pakaian Bentley

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *