Ini 3 Bahaya Mengintai Anak yang Belum di Aqiqah Menurut Islam

Disunahkan bagi ke dua orangtuanya untuk menyembelihkan kambing, ketika bayi telah berumur tujuh hari. Ternyata sunah selanjutnya bukan tanpa sebab, layaknya inilah betapa bahaya yang mengintai anak yang belum di aqiqahi oleh orang tuanya menurut para Ulama.

Hukum aqiqah adalah sunah muakkadah, bukan wajib. Namun demikian, jangan hingga kami sepelekan. Untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan lumayan satu kambing. Ibadah ini dikenal bersama dengan makna akikah. Dalil yang menguatkan bahwa hukum aqiqah adalah sunah muakkadah adalah hadis berikut, “Siapa yang dikaruniai seorang anak, dan dia berkeinginan menyembelih untuknya, maka sembelihlah untuk anak lelaki dua kambing yang sepadan dan untuk anak wanita satu kambing.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany di dalam Shahih Abi Dawud) dalil melaksanakan aqiqah .

Diantara tujuannya Aqiqah adalah untuk melewatkan anak dari status tergadaikan. “Setiap anak tergadaikan bersama dengan aqiqahnya. Disembelih terhadap hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dinilai shahih oleh al-Albani).

Pertama, kalau anak itu meninggal sebelum saat baligh, ia tidak dapat memberi tambahan syafa’at untuk ke dua orangtuanya, hingga dia diaqiqahi. Karena diantara bentuk syafaat adalah, syafaat seorang anak yang meninggal di umur balita, kepada ke dua orangtuanya sehingga mereka dapat masuk surga. “Anak-anak kecil (yang meninggal) jadi kanak-kanak surga, ditemuinya ke dua ibu bapaknya, selanjutnya dipegangnya pakaian ibu bapaknya – sebagaimana saya memegang pinggir pakaian ini dan tidak berhenti (memegang pakaian) hingga Allah memasukkannya dan ke dua ibu bapaknya kedalam surga.” (HR. Muslim no. 2635).
Kedua, anak yang belum diaqiqahi, terhalang dari memperoleh keselamatan mara bahaya kehidupan. Makna ini dijelaskan oleh Mula Ali Al-Qari rahimahullah, “Tergadai bersama dengan akikahnya, maksudnya adalah, anak itu terhalang mendapat keselematan dari mara bahaya hingga dia diakikahi“. (Lihat : Al-Mifshal fi Ahkam Al-Aqiqah, hal. 30) Aqiqah murah Jakarta .

Ketiga, bayi terlahir ke dunia di dalam kondisi terkekang oleh kekangan setan. Tali kekang ini tidak akan terlepas, hingga ia diaqiqahi. Makna inilah yang dinilai kuat oleh Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah. Beliau menyatakan, Allah jadikan meng-akikahi anak sebagai sebab terlepasnya dia dari kekangan setan, yang mengikat bayi sejak terlahir ke dunia. Seorang anak terikat oleh tali kekang itu.
Maka aqiqah yang jadi tebusan untuk melewatkan bayi dari jerat setan tersebut.
Pada intinya, dari sebagian penafsiran ulama di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, aqiqah adalah perkara yang seyogyanya tidak dipandang remeh atau sepele, meski syariat tidak mewajibkan

Ini 3 Bahaya Mengintai Anak yang Belum di Aqiqah Menurut Islam

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *